Perbedaan Paket Basic dan Pro Kekasir

Perbedaan Paket Basic dan Pro Kekasir

Memilih aplikasi kasir bukan cuma soal “yang murah” atau “yang lengkap.” Buat pemilik warung, cafe, atau resto, yang lebih penting: fitur yang dipakai tiap hari cocok dengan cara jualan Anda, tanpa bayar fitur yang tidak pernah disentuh.

Di Kekasir ada dua paket utama: Basic dan Pro. Keduanya untuk usaha kuliner, unlimited produk–staf–transaksi, dan langganan dihitung per outlet. Bedanya ada di fitur operasional—terutama yang berhubungan dengan meja, antrian, dan alur dapur. Artikel ini membandingkan basic vs pro kekasir secara jujur biar Anda bisa putuskan tanpa tebak-tebakan.

Pemilik usaha kuliner membandingkan pilihan paket kasir di meja outlet

Harga paket Basic dan Pro Kekasir

Harga resmi Kekasir (per outlet / cabang):

Paket Bulanan Tahunan (hemat sekitar 20%)
Basic Rp 60.000 Rp 576.000
Pro Rp 120.000 Rp 1.152.000

Langganan tahunan lebih hemat kalau outlet Anda sudah stabil dan dipakai setiap hari. Kalau masih uji coba model usaha, bulanan biasanya lebih fleksibel. Detail hak dan kewajiban ada di checklist buka usaha serta halaman Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Refund—langganan umumnya tidak bisa dikembalikan di tengah jalan, jadi coba trial dulu lebih aman.

Satu hal yang sering bikin bingung: unitnya per outlet. Buka dua cabang, langganannya dua. Itu wajar karena stok, shift, laporan, dan katalog tiap lokasi beda. Dashboard owner tetap bisa memantau beberapa outlet dari satu akun.

Apa yang sama di Basic dan Pro

Sebelum bahas bedanya, penting tahu dulu fitur yang sudah ada di kedua paket. Banyak owner takut Basic “terlalu tipis,” padahal pondasi kasirnya sudah cukup untuk jualan harian.

Yang sama di Basic dan Pro:

  • Produk, staf, dan transaksi unlimited — tidak ada kuota menu atau batas struk.
  • Kasir point of sales untuk catat order, bayar, dan cetak nota.
  • Mode offline — jualan tetap jalan saat internet putus; data menyusul saat koneksi kembali.
  • QRIS untuk pembayaran non-tunai (MDR sekitar 0,7%, settlement standar sekitar T+2 hari kerja; tanpa biaya tambahan dari Kekasir).
  • Shift kasir — buka–tutup shift, pantau selisih kas, serah terima antar petugas.
  • Katalog online outlet di kekasir.id/{slug-outlet} — etalase digital berisi profil, menu, dan tautan yang bisa dishare ke WhatsApp, Instagram, atau TikTok. Tema dasar bawaan tersedia di semua paket.
  • Inventori & HPP dasar — bantu pantau bahan dan hitung biaya porsi (berguna bareng cara Anda menghitung HPP menu).

Jadi Basic bukan “versi demo.” Untuk warung takeaway, gerobak, cloud kitchen, atau katering pre-order yang order-nya lewat kasir/HP owner, Basic sudah menopang operasional inti.

Fitur yang membedakan: kenapa ada Pro

Pro menarget outlet yang butuh alur meja, dapur, dan promo lebih rapi—bukan sekadar “fitur mewah.”

Self-order QR meja

Pelanggan scan QR di meja, pilih menu dari HP, bayar QRIS, order masuk tanpa ngantri di kasir. Di peak hour cafe atau resto duduk, ini memangkas antrian dan salah catat. Self-order QR meja hanya di Pro (atau full di trial 14 hari Pro).

Kalau pelanggan bayar QRIS dari self-order, konfirmasi otomatis: kasir langsung tercatat tanpa centang manual—asal outlet online ke gateway. Setup meja dan QR-nya bisa dipelajari di panduan: https://kekasir.id/panduan/outlet/kelola-meja

KDS (layar dapur)

Order dari kasir atau self-order tampil di layar dapur per station. Cocok kalau dapur sering salah porsi, miss topping, atau ribut karena nota kertas hilang. KDS = Pro.

Meja lanjutan, reservasi, kupon & diskon

Kelola status meja, reservasi, serta kupon/diskon terstruktur lebih cocok di Pro. Basic tetap bisa jualan; Pro merapikan alur “duduk–pesan–bayar–dapur” jadi satu rantai.

Tema katalog custom

Katalog online ada di semua paket. Custom tema (banner, warna brand, penataan mirip Linktree F&B) ada di Pro. Berguna kalau branding outlet sudah kuat dan etalase digital ikut dijaga penampilannya.

Pelayan cafe membantu pelanggan scan QR self-order di meja

Ringkasnya:

Kebutuhan Basic Pro
Kasir, stok, shift, QRIS, offline Ya Ya
Katalog online (tema dasar) Ya Ya
Self-order QR meja Tidak Ya
KDS dapur Tidak Ya
Reservasi / meja lanjutan / kupon Pro Tidak Ya
Custom tema katalog Tidak Ya

Jangan bilang self-order “sudah termasuk Basic”—itu melanggar fakta produk. Kalau butuh, ambil Pro atau manfaatkan trial.

Basic vs Pro: cocok untuk usaha seperti apa

Cenderung cukup Basic kalau:

  • Modelnya takeaway, gerobak, bazar, atau dapur rumahan tanpa area duduk formal.
  • Order dicatat kasir / owner; pelanggan jarang pesan dari meja.
  • Fokus utama: nota rapi, QRIS, shift, stok, dan etalase digital untuk share menu.
  • Budget ketat di awal; omzet masih diuji.

Contoh alur: warung di Batam yang jual nasi box dan pre-order lewat WA. Owner update menu di katalog online, terima transfer/QRIS, catat di kasir, pantau HPP biar harga jual tidak merugikan. Basic menutup kebutuhan itu tanpa bayar fitur meja.

Lebih masuk akal Pro kalau:

  • Ada area duduk, peak hour padat, pelanggan sering nunggu di depan kasir.
  • Dapur terpisah dari kasir; order kertas sering salah.
  • Ingin self-order + QRIS auto-confirm + KDS dalam satu alur.
  • Mau kupon/diskon rapi dan tema katalog sesuai brand.

Pro bukan “wajib buat semua resto.” Kalau meja cuma dua dan order tetap lewat kasir, Basic bisa tetap nyaman. Pro jadi investasi operasional saat antrian dan salah order sudah menggerus omzet—bukan sekadar status paket.

Bagi yang baru merapikan sistem, baca dulu apa itu aplikasi kasir online untuk UMKM biar ekspektasi fitur selaras dengan model jualan.

Suasana dapur restoran menerima order di layar KDS saat jam sibuk

Cara memilih: trial dulu, baru langganan

Kekasir memberi trial 14 hari paket Pro penuh, sekali per nomor WhatsApp. Ini cara paling masuk akal membandingkan basic vs pro kekasir di lapangan—bukan di brosur.

Saran praktis:

  1. Daftarkan outlet, isi menu nyata (bukan dummy acak), ajak staf pakai shift seperti hari biasa.
  2. Uji self-order QR di 1–2 meja dan lihat apakah pelanggan + dapur lebih tenang.
  3. Nyalakan alur KDS (jika ada layar/HP dapur) selama peak hour.
  4. Setelah 1–2 minggu, tanya jujur: fitur Pro dipakai tiap hari atau cuma “keren di awal”?
  5. Kalau self-order/KDS jarang disentuh → Basic sudah pas. Kalau antrian dan salah order berkurang nyata → Pro worth it.
  6. Stabil baru pertimbangkan tahunan; masih ragu, bulanan dulu.

Upgrade bisa dilakukan kapan outlet siap—panduan singkat: https://kekasir.id/panduan/owner/upgrade-paket atau tonton tutorial upgrade: https://www.youtube.com/watch?v=DcwUSF3yNIA

Telat bayar tidak langsung menghapus data: ada masa tenggang, lalu mode lihat saja, data disimpan dalam jangka waktu tertentu sesuai ketentuan. Tetap lebih baik coba trial dan pilih paket yang sesuai ritme outlet daripada “ambil Pro karena takut ketinggalan.”

Kalau fokus Anda menaikkan penjualan setelah sistem rapi, kombinasi kasir + promo sederhana + etalase digital sering lebih berdampak daripada ganti-ganti aplikasi—lihat juga cara naikkan omzet warung tanpa iklan berbayar.

Putuskan dari operasional, bukan dari rasa takut ketinggalan

Basic (Rp 60.000/bulan atau Rp 576.000/tahun) mengurus kasir, stok, shift, QRIS, offline, dan katalog online—cocok warung, takeaway, dan dapur yang order-nya tidak bergantung meja.

Pro (Rp 120.000/bulan atau Rp 1.152.000/tahun) menambah self-order QR meja, KDS, reservasi/meja lanjutan, kupon, dan custom tema katalog—cocok cafe/resto duduk yang peak hour-nya rawan antri dan salah order.

Perbandingan basic vs pro kekasir paling jujur diuji di shift nyata, bukan di spekulasi. Manfaatkan trial Pro 14 hari, pakai menu dan staf asli, lalu pilih paket yang benar-benar dipakai tiap hari.

Coba gratis 14 hari — cukup pakai WhatsApp. Bandingkan juga angka resminya di halaman Harga. Butuh bantuan setup di area Batam, Tanjungpinang, atau sekitarnya? Hubungi WhatsApp CS.

Kata kunci artikel

Klik kata kunci untuk mencari artikel terkait.

Artikel terkait