Cara Catat Order Delivery GoFood Grab di Kasir

Cara Catat Order Delivery GoFood Grab di Kasir

Cloud kitchen hidup dari order delivery. Notifikasi GoFood, GrabFood, kadang ShopeeFood, datang bersamaan—sambil staf packing, driver nunggu, dan dapur kejar porsi. Kalau order cuma tercatat di chat atau kertas sambil lalu, sore harinya omzet susah dipegang: mana yang sudah dibayar platform, mana yang cash on delivery, mana yang batal di tengah jalan.

Intinya sederhana: setiap order delivery harus masuk ke aplikasi kasir dengan label sumber yang jelas. Bukan supaya kelihatan “modern”, tapi supaya rekap shift, stok, dan laporan penjualan tidak saling tabrak. Artikel ini membahas cara catat order delivery kasir secara manual yang rapi—tanpa mengandalkan integrasi otomatis dari marketplace.

Ilustrasi operator cloud kitchen memegang HP notifikasi order sambil input di tablet kasir

Kenapa order delivery sering bikin omzet kacau

Banyak cloud kitchen di Batam atau kota lain punya pola yang sama: jualan lewat 2–3 aplikasi, plus order WhatsApp. Masalahnya bukan di volume, tapi di pencatatan.

Beberapa pola yang sering bikin pusing:

  • Order masuk di HP, dapur langsung masak, kasir belum sempat catat—akhirnya ada porsi keluar tanpa jejak di sistem.
  • Satu nota dicampur: dine-in (kalau ada pickup) digabung delivery, padahal margin dan komisi beda.
  • Batal order atau refund platform tidak di-void di kasir, stok dan omzet jadi “mengambang”.
  • Tutup shift cuma hitung uang fisik di laci, padahal sebagian besar uang tertahan di dompet platform.

Tanpa label sumber di kasir, Anda cuma tahu “hari ini ramai”. Tidak tahu GoFood bawa berapa, Grab berapa, chat berapa. Keputusan promo, stok, atau jam buka dapur jadi tebak-tebakan.

Cara catat order delivery di aplikasi kasir

Prinsipnya: setiap notifikasi order = satu transaksi di kasir, lengkap dengan metode bayar dan sumber order. Tidak perlu menunggu API otomatis; pencatatan manual yang disiplin sudah cukup untuk cloud kitchen skala kecil–menengah.

Alur praktis yang bisa dipakai harian:

  1. Terima notifikasi di app GoFood/Grab (atau chat WA). Cek menu, porsi, catatan pelanggan, dan estimasi pickup driver.
  2. Buka aplikasi kasir (HP/tablet/desktop). Pilih produk sesuai pesanan—sama seperti jualan biasa.
  3. Tandai sumber order dengan label: GoFood, GrabFood, ShopeeFood, WhatsApp, atau “antar sendiri”. Label ini yang membedakan rekap nanti.
  4. Pilih metode bayar sesuai realita: “platform” / non-tunai (uang masuk lewat app), atau tunai jika COD/pickup bayar di tempat.
  5. Simpan transaksi, lalu cetak struk dapur atau teruskan ke dapur (bisa lewat KDS jika pakai paket yang mendukung).
  6. Serahkan ke packing dengan nomor order marketplace di catatan—biar tidak tertukar antar driver.

Alur catat order delivery dari notifikasi marketplace ke kasir lalu dapur

Beberapa hal yang perlu dijaga biar tidak double atau hilang:

  • Jangan masak dulu sebelum order masuk kasir—kecuali SOP darurat peak hour, dan tetap dilengkapi dalam hitungan menit.
  • Satu order marketplace = satu nota. Jangan digabung dua order driver beda.
  • Order batal: void/refund di kasir dengan alasan singkat (batal customer, stok habis, dll.) supaya laporan tidak menggelembung.
  • Kalau ada selisih harga promo platform, catat sesuai yang benar-benar Anda terima—bukan harga “sebelum diskon app” yang tidak masuk rekening.

Di Kekasir, alur ini bisa dijalankan di kasir multi-perangkat: operator order di tablet, dapur di HP lain. Fitur inti POS dan laporan tersedia di paket Basic maupun Pro. Untuk alur dapur real-time, Anda bisa pelajari juga cara kerja dapur dengan Kitchen Display System.

Label sumber order biar rekap tidak campur

Label sumber order adalah “tanda tangan” transaksi delivery. Tanpa itu, laporan cuma menumpuk jadi satu omzet besar.

Contoh label yang umum dipakai cloud kitchen:

Label Kapan dipakai
GoFood Order dari aplikasi Gojek
GrabFood Order dari aplikasi Grab
ShopeeFood Order dari ShopeeFood
WhatsApp / chat Pre-order atau order manual
Pickup Ambil sendiri di dapur / etalase
Antar sendiri Kurir internal, bukan platform

Manfaat langsung di lapangan:

  • Komisi platform bisa dilacak per sumber (meski hitung komisi tetap di dashboard app masing-masing).
  • Menu andalan per channel kelihatan—misalnya ayam geprek laris di Grab, paket hemat lebih laku di GoFood.
  • Promo tidak salah arah: Anda tahu channel mana yang perlu digencarkan.
  • Saat ada komplain selisih, nota kasir + nomor order marketplace lebih gampang dicocokkan.

Untuk usaha rumahan atau cloud kitchen yang juga jualan lewat chat, manfaatkan katalog online outlet di kekasir.id/{slug-outlet} sebagai etalase digital: menu online, profil outlet, dan opsi bayar QRIS. Pelanggan chat bisa diarahkan ke link itu, lalu order tetap dicatat di kasir dengan label “WhatsApp” atau “katalog”. Custom tema brand (warna, banner, sosmed) ada di paket Pro; tema dasar bawaan tersedia di semua paket.

Rekap shift dan laporan: omzet delivery yang bisa dicek

Mencatat order tanpa rekap sama saja menaruh uang di laci tanpa dihitung. Di akhir shift atau akhir hari, cocokkan tiga sumber:

  1. Laporan penjualan di aplikasi kasir — filter per label sumber order bila tersedia, atau export lalu pilah.
  2. Dashboard GoFood/Grab — total order selesai vs batal.
  3. Kas fisik + mutasi rekening — untuk COD, transfer, dan QRIS di luar platform.

Kalau selisih muncul, biasanya dari: order batal belum di-void, double input, atau order “titipan” yang tidak pernah masuk kasir. Disiplin label + tutup shift harian memangkas tebak-tebakan itu.

SOP singkat yang bisa ditempel di dinding dapur:

  • Buka shift di awal jam operasional (modal awal dicatat).
  • Semua order marketplace masuk kasir sebelum packing final.
  • Serah terima shift: sisa order pending, void hari itu, dan catatan driver bermasalah.
  • Tutup shift: bandingkan omzet sistem vs ringkasan app delivery.

Panduan rapi soal buka–tutup shift bisa Anda ikuti di cara buka dan tutup shift kasir yang rapi. Untuk pembayaran non-platform di outlet (pickup bayar di tempat), simak juga cara terima QRIS di usaha kecil.

Ilustrasi pemilik cloud kitchen membandingkan laporan kasir dengan ringkasan order di laptop

Tips cloud kitchen biar order tidak terlewat

Beberapa kebiasaan kecil yang berdampak besar:

  • Satu orang “jaga notifikasi” di jam sibuk—bukan semua orang berebut HP, tapi ada yang bertugas input kasir.
  • Nomor order marketplace ditulis di catatan transaksi atau di label packing. Driver salah ambil? Cek hitungan detik.
  • Menu di kasir disamakan dengan nama di app delivery (atau pakai kode singkat). Kurangi salah pilih produk saat buru-buru.
  • Stok kritis (ayam, nasi, kemasan) dicek tiap shift—order app tidak peduli dapur hampir kosong.
  • Jangan andalkan chat grup sebagai “sistem kasir”. Chat bagus untuk koordinasi; omzet tetap harus ada di point of sales.
  • Kalau peak hour gila-gilaan, manfaatkan parkir/hold order di kasir supaya antrian input tidak numpuk di satu layar.

Ingat batasan penting: pencatatan di kasir adalah label manual. Order tidak “nyemplung sendiri” dari GoFood/Grab ke sistem kasir. Yang membuat rapi adalah SOP + aplikasi yang mudah dipakai di HP saat tangan masih basah packing.

Mulai rapi dari order berikutnya

Order delivery yang tidak tercatat rapi pelan-pelan menggerogoti margin: stok bocor, komisi tidak terkontrol, dan keputusan bisnis berdasarkan perasaan. Mulai dari langkah kecil—setiap notifikasi app masuk ke kasir dengan label sumber, tutup shift tiap hari, baca laporan per channel.

Di Kekasir, Anda bisa catat penjualan rapi di aplikasi kasir multi-perangkat dan pantau omzet lewat laporan yang bisa diunduh. Cocok untuk cloud kitchen yang butuh jejak jelas tanpa ribet.

Mau coba alur ini di outlet Anda? Coba gratis 14 hari — full fitur Pro, cukup daftar pakai WhatsApp. Bandingkan juga Basic Rp60.000 vs Pro Rp120.000 di halaman Harga. Area Batam, Tanjungpinang, atau sekitar Kepri? Tanya setup ke WhatsApp CS.

Kata kunci artikel

Klik kata kunci untuk mencari artikel terkait.

Artikel terkait