Cara Catat Order GoFood GrabFood di Kasir (Label Manual)
Cloud kitchen hidup dari order ojek online. GoFood, GrabFood, kadang ShopeeFood—semua masuk lewat HP driver, chat, atau notifikasi app. Masalahnya, di kasir sering campur aduk: mana yang dine-in, mana yang delivery, mana yang ambil sendiri. Akhir bulan omzet kelihatan naik, tapi Anda tidak tahu sumber mana yang benar-benar jalan.
Tanpa label yang rapi, laporan jadi tebak-tebakan. Staf ganti shift, rekap beda, dan Anda susah putuskan promo atau menu andalan. Solusinya sederhana: catat order ojek online kasir dengan label manual di aplikasi kasir, supaya tiap nota punya “cap” sumbernya—tanpa menunggu integrasi API marketplace.

Kenapa order ojek online bikin omzet kelihatan “kacau”
Di cloud kitchen, antrian order bisa datang beruntun. Kasir terburu-buru, driver sudah di depan, dapur minta nota cepat. Kalau semua dicatat sebagai “tunai” atau “QRIS” tanpa sumber, beberapa hal mudah terjadi:
- Omzet GoFood dan GrabFood tidak terpisah dari penjualan langsung
- Komisi platform tidak bisa dilacak dari data kasir (padahal potongan beda-beda)
- Stok dan porsi terasa pas, tapi laporan tidak menjelaskan menu mana yang laris lewat ojol
- Saat tutup shift, rekap kas cocok, tapi “asal order” tetap buram
Banyak pemilik mengira butuh sinkron otomatis dari GoFood atau GrabFood ke kasir. Faktanya, untuk operasional harian, yang paling penting adalah label sumber di setiap transaksi. Anda tetap terima order di app ojol seperti biasa; di POS, Anda catat ulang dengan label yang jelas. Hasilnya: laporan bersih, tanpa klaim integrasi API yang tidak ada.
Untuk cloud kitchen yang jualan lewat chat atau pre-order, etalase digital di kekasir.id/{slug-outlet} juga membantu: menu online, profil outlet, dan bayar QRIS dengan konfirmasi otomatis. Tapi order yang masuk lewat marketplace tetap perlu dicatat di kasir agar omzet terpusat.
Cara catat order ojek online di kasir dengan label manual
Alurnya mirip jualan biasa, hanya ditambah penanda sumber. Di aplikasi kasir Kekasir, Anda tetap pilih produk, porsi, dan metode bayar—lalu beri label delivery.
Langkah praktis yang bisa dipakai staf:
- Terima order di app ojol — cek menu, catatan pelanggan, alamat, dan estimasi siap.
- Buka kasir — input item yang sama persis dengan order (hindari beda porsi atau topping).
- Tandai sumber order — label manual misalnya: GoFood, GrabFood, ShopeeFood, atau “delivery lain”.
- Pilih metode bayar yang sesuai — seringnya non-tunai (karena settlement lewat platform), atau catat sesuai SOP internal Anda (misalnya “transfer/settlement ojol”).
- Simpan / cetak nota — nota dapur atau struk internal supaya dapur tidak salah masak.
- Serahkan ke dapur / packing — label di nota membantu packing dan cek ulang sebelum driver ambil.
Kenapa label manual cukup? Karena yang Anda butuhkan untuk keputusan bisnis adalah jejak sumber di laporan, bukan otomatisasi penuh. Order tetap dikelola di app ojol; kasir jadi “buku besar” omzet outlet.

SOP singkat biar staf tidak lupa label
Tanpa SOP, label sering terlewat saat peak hour. Buat aturan sederhana:
- Satu order ojol = satu nota kasir — jangan gabung beberapa order jadi satu nota “biar cepat”.
- Label dulu, baru bayar/simpan — biasakan urutan yang sama tiap shift.
- Nama item harus sama dengan menu di app — beda nama bikin rekap menu kacau.
- Void hanya dengan alasan — order cancel di ojol harus di-void di kasir agar omzet tidak menggelembung.
- Parkir order kalau order menumpuk — hold dulu, selesaikan saat dapur siap, tetap dengan label yang benar.
Kalau outlet Anda juga melayani ambil sendiri, bedakan label: “pickup”, “dine-in”, “GoFood”, “GrabFood”. Nanti di laporan, pola pejualan per saluran kelihatan jelas.
Pisahkan omzet ojol, pickup, dan penjualan langsung
Cloud kitchen sering punya lebih dari satu saluran: marketplace, chat WhatsApp, dan etalase digital sendiri. Kalau semua masuk “penjualan umum”, Anda tidak tahu mana yang pantas dipush promo.
Dengan label di kasir, Anda bisa bandingkan:
- GoFood vs GrabFood — mana yang volume-nya lebih tinggi di hari kerja / weekend
- Pickup vs delivery — apakah pelanggan lebih suka ambil sendiri (margin lebih sehat karena tanpa potongan besar platform)
- Menu andalan ojol — item yang sering keluar di delivery belum tentu sama dengan menu chat
Contoh skenario: warung cloud kitchen di Batam sepi dine-in, tapi malam hari order GrabFood padat. Tanpa label, Anda hanya lihat “omzet malam bagus”. Dengan label, Anda tahu GrabFood yang mengangkat, lalu atur stok dan shift dapur sesuai jam tersebut.
Untuk pembayaran non-marketplace (pickup, pre-order chat), QRIS di kasir tetap relevan: pelanggan bayar, transaksi tercatat, settlement mengikuti ketentuan (umumnya sekitar T+2 hari kerja, MDR sekitar 0,7% tanpa biaya tambahan dari Kekasir). Pelajari setup di panduan: https://kekasir.id/panduan/owner/qris
Internal, Anda juga bisa merapikan serah terima kas dengan shift yang rapi—lihat cara buka dan tutup shift kasir supaya rekap ojol tidak “nyasar” ke shift berikutnya.
Laporan penjualan: dari tebak-tebakan jadi data harian
Setelah staf terbiasa catat order ojek online kasir dengan label, gunakan laporan di dashboard. Yang perlu Anda cek rutin:
- Omzet per hari / per shift — cocokkan dengan settlement ojol (meski angka settlement beda karena komisi, volume order harus selaras)
- Produk terlaris per sumber — misalnya ayam geprek laku di GoFood, paket hemat laku di GrabFood
- Jam sibuk — kapan dapur perlu staf tambahan
- Void / cancel — frekuensi tinggi bisa tanda masalah menu, stok, atau packing
Laporan export membantu saat Anda hitung HPP dan margin kotor per saluran. Ingat: harga jual di ojol sering sudah dipotong komisi; data kasir yang berlabel membantu Anda hitung “berapa porsi yang benar-benar keluar” tanpa mengandalkan screenshot app semata.

Kalau dapur Anda sudah ramai, alur order ke dapur bisa dibantu Kitchen Display System (paket Pro / trial Pro) supaya antrian status lebih jelas—bahasannya ada di cara kerja dapur dengan KDS. Untuk meja dan peak hour di resto duduk beda cerita; cloud kitchen fokusnya label + packing + laporan.
Checklist harian cloud kitchen saat order ojol padat
Pakai checklist ini di awal dan akhir shift:
Awal shift
- Stok bahan dan packing (box, plastik, stiker) cukup untuk estimasi order ojol
- Menu di app ojol sama dengan produk di kasir (nama, harga, opsi topping)
- Staf kasir paham label: GoFood / GrabFood / ShopeeFood / pickup
- Printer struk atau nota dapur siap (Bluetooth/USB)
Saat order masuk
- Input item 1:1 dengan app ojol
- Pasang label sumber sebelum simpan
- Cek catatan pedas/tidak pedas, tanpa bawang, dll.
- Update status di app ojol sesuai waktu siap
Tutup shift
- Hitung jumlah nota berlabel ojol vs total order di app (selisih = ada yang belum dicatat atau double)
- Rekap void/cancel
- Catat isu: menu habis, driver cancel, salah packing
- Simpan laporan / export bila perlu evaluasi mingguan
Dengan checklist ini, “lupa label” berkurang, dan Anda tidak mengandalkan ingatan staf saja.
Mulai rapi hari ini—tanpa menunggu integrasi marketplace
Order ojek online tetap lewat app masing-masing. Yang Anda kendalikan di outlet adalah cara mencatatnya di kasir. Label manual di aplikasi kasir Kekasir sudah cukup untuk memisahkan omzet, merapikan shift, dan membaca laporan per sumber—fitur inti kasir dan laporan tersedia di paket Basic maupun Pro.
Harga langganan per outlet: Basic Rp60.000/bulan (tahunan Rp576.000) atau Pro Rp120.000/bulan (tahunan Rp1.152.000). Bisa coba dulu 14 hari Pro (sekali per nomor WhatsApp) untuk uji alur label, shift, dan laporan di cloud kitchen Anda.
Mau coba alur ini di outlet Anda? Coba gratis 14 hari — cukup daftar pakai WhatsApp. Bandingkan paket di halaman Harga, atau tanya setup ke WhatsApp CS. Area Batam, Tanjungpinang, atau sekitar Kepri juga bisa mulai dari trial yang sama.
Rincian langganan dan kebijakan ada di panduan QRIS usaha kecil bila Anda gabungkan pickup + QRIS, serta di Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Refund.
Kata kunci artikel
Klik kata kunci untuk mencari artikel terkait.