Cara Multi Payment Tunai Plus QRIS di Satu Nota

Cara Multi Payment Tunai Plus QRIS di Satu Nota

Pelanggan datang, pesan lengkap, total nota Rp185.000. Lalu dia bilang: “Saya bayar Rp85.000 cash, sisanya QRIS ya.” Situasi ini hampir tiap hari muncul di warung, cafe, maupun restoran. Kalau dicatat di kertas atau di kalkulator HP, mudah salah hitung, selisih kas, dan laporan harian berantakan.

Di aplikasi kasir modern, multi payment kasir memecah satu nota jadi beberapa metode bayar—tunai plus QRIS, transfer, atau e-wallet—tanpa bikin nota ganda. Artikel ini untuk kasir dan pemilik usaha kuliner yang ingin alur bayar campur tetap rapi, cepat, dan jejaknya jelas di laporan.

Kasir restoran menerima bayar campur tunai dan scan QRIS dari pelanggan di meja kasir

Kenapa pelanggan sering bayar campur tunai dan QRIS

Bukan karena ribet. Kebiasaan bayar campur justru wajar di lapangan:

  • Saldo e-wallet atau limit transfer tidak cukup untuk total penuh.
  • Mau pakai sisa uang tunai di dompet dulu, sisanya digital.
  • Rombongan: satu orang cash, yang lain QRIS.
  • Promo bank atau cashback e-wallet hanya berlaku sebagian nominal.
  • Pelanggan takut “salah transfer” kalau total besar, jadi pecah bayar.

Untuk usaha kuliner, menolak bayar campur hampir mustahil. Yang penting bukan melarang, tapi mencatatnya benar di satu nota. Kalau multi payment dicatat asal, tutup shift jadi tebak-tebakan: uang fisik di laci tidak cocok dengan omzet di buku, sementara dana QRIS masuk belakangan.

Metode bayar yang biasa dipakai bersamaan di kasir: tunai, QRIS, transfer, kartu, dan e-wallet. Di Kekasir, semua itu bisa digabung dalam satu transaksi lewat fitur split payment / multi payment.

Masalah kalau multi payment dicatat manual

Tanpa sistem kasir yang mendukung pecah bayar, alur kasir biasanya begini:

  1. Hitung total di kalkulator.
  2. Terima tunai, catat di kertas “cash 85rb”.
  3. Generate QRIS terpisah (sering pakai QR statis nominal bebas).
  4. Tunggu screenshot bukti bayar, cek manual.
  5. Struk ditulis tangan atau dicetak tanpa rincian metode.

Dampaknya ke operasional:

  • Selisih kas saat tutup shift—kasir lupa apakah sisa sudah dibayar QRIS atau belum.
  • Nota ganda atau nota “sisa bayar” yang tidak nyambung ke order asli.
  • Antrian memanjang karena konfirmasi pembayaran manual.
  • Laporan omzet kacau—mana yang sudah masuk laci, mana yang masih menunggu settlement QRIS.
  • Sulit lacak kalau pelanggan komplain “saya sudah bayar”.

Untuk restoran yang sering rombongan, multi payment manual juga bentrok dengan kebutuhan pisah bill. Pisah bill membagi pesanan per orang; multi payment membagi cara bayar di satu total. Keduanya beda, tapi sama-sama butuh sistem yang rapi.

Kasir memegang struk dan uang tunai sambil membandingkan catatan di kertas dengan layar kasir

Cara pakai multi payment di aplikasi kasir Kekasir

Alur di point of sales Kekasir dibuat supaya kasir tidak perlu hitung ulang di luar sistem. Ringkasnya:

  1. Selesaikan order seperti biasa (dine-in, bungkus, atau delivery label).
  2. Di layar bayar, pilih split payment / multi metode.
  3. Isi nominal tunai dulu (misalnya Rp85.000).
  4. Sisa otomatis diarahkan ke metode lain—pilih QRIS.
  5. Tampilkan QRIS dinamis ke pelanggan; setelah bayar, sistem konfirmasi otomatis.
  6. Cetak atau kirim struk: satu nota, rincian metode bayar jelas.

Tidak perlu buka nota kedua. Tidak perlu “parkir” sisa di kertas. Satu transaksi, dua (atau lebih) metode, jejak lengkap di laporan.

Yang perlu diingat soal QRIS

  • QRIS di kasir Kekasir bersifat dinamis (nominal sesuai sisa tagihan), bukan QR statis tempel dinding.
  • MDR sekitar 0,7%, tanpa biaya tambahan dari Kekasir di sisi marketing.
  • Settlement standar sekitar T+2 hari kerja, lalu owner bisa ajukan pencairan—bukan “masuk rekening detik itu juga”.
  • Jangan pungut biaya QRIS dari pelanggan; itu dilarang aturan.

Kalau outlet Anda baru mulai terima QRIS, alur daftar dan setup bisa dibaca di panduan: https://kekasir.id/panduan/owner/qris atau artikel terkait cara terima QRIS di usaha kecil.

Multi payment + self-order

Di paket Pro (dan trial Pro 14 hari), pelanggan bisa pesan lewat QR meja. Saat bayar dari HP, QRIS auto-confirm langsung masuk ke kasir tanpa kasir ketik ulang. Kalau di kasir fisik pelanggan minta campur tunai + QRIS, tetap pakai multi payment di layar kasir—satu ekosistem, catatan tidak dobel.

Manfaat multi payment untuk kasir dan tutup shift

Kalau multi payment kasir jalan rapi, yang paling lega biasanya kasir shift malam:

  • Laci tunai cocok dengan total metode “tunai” di laporan shift.
  • QRIS terpisah jelas—tidak dicampur seolah-olah sudah ada di laci.
  • Struk pelanggan menampilkan rincian: berapa cash, berapa QRIS.
  • Owner cek dashboard: omzet per metode bayar, bukan cuma total kotor.
  • Kurang drama “kas kurang” yang sebenarnya sudah dibayar digital.

Ini selaras dengan kebiasaan buka dan tutup shift yang rapi. Shift yang bersih bukan cuma hitung uang fisik, tapi cocokkan per metode. Multi payment yang tercatat sistem membuat selisih lebih mudah dilacak: salah kembalian, salah input nominal, atau belum sync.

Di peak hour, multi payment juga memangkas waktu di meja kasir. Kasir tidak bolak-balik minta bukti transfer, tidak hitung sisa di kalkulator, tidak nulis nota sisa di kertas. Antrian di kasir lebih pendek—terutama jika meja sudah diatur baik saat ramai; lihat juga cara atur meja restoran saat peak hour.

Suasana tutup shift: kasir menghitung uang laci sambil melihat ringkasan metode bayar di tablet

Tips biar multi payment tetap rapi di jam ramai

Sistem membantu, tapi SOP kecil di outlet tetap penting:

  1. Utamakan input di kasir dulu, baru terima uang/QR. Jangan terima cash dulu baru “nanti dicatat”.
  2. Sebutkan sisa ke pelanggan sebelum generate QRIS: “Cash 85 ribu, sisa 100 ribu lewat QRIS ya.”
  3. Jangan pecah jadi dua nota kecuali memang order terpisah. Satu meja, satu total, multi payment.
  4. Siapkan cadangan internet (tethering) untuk generate QRIS. Mode offline tetap bisa catat order dan terima tunai; QRIS butuh koneksi.
  5. Samakan bahasa di shift: “split”, “campur bayar”, atau “multi pay”—supaya kasir baru tidak bingung.
  6. Cek laporan metode bayar tiap tutup shift, bukan cuma total omzet.
  7. Kalau rombongan minta pecah per orang dan campur metode, urutkan: pisah bill dulu, baru multi payment per bill.

Untuk dapur, multi payment tidak mengubah alur masak—order tetap masuk seperti biasa. Yang berubah hanya cara lunas di kasir. Kalau dapur Anda pakai layar order, pastikan status bayar tidak menghambat cetak/ke dapur; alur KDS dibahas di cara kerja dapur dengan kitchen display system.

Basic atau Pro?

Fitur multi payment / split payment (tunai + QRIS di satu nota) ada di core kasir Kekasir. Paket Basic Rp60.000/bulan (tahunan Rp576.000) sudah mencakup kasir multi-perangkat, QRIS dinamis + konfirmasi otomatis, mode offline, dan laporan. Pro Rp120.000/bulan (tahunan Rp1.152.000) menambah meja + QR pesan mandiri, KDS, inventori & HPP, dan kustom katalog. Trial 14 hari Pro sekali per nomor WhatsApp—cocok untuk uji alur multi payment plus self-order di outlet nyata.

Rincian paket: https://kekasir.id/harga. Syarat langganan dan refund: https://kekasir.id/syarat-ketentuan dan https://kekasir.id/kebijakan-refund.

Mulai rapikan bayar campur di kasir Anda

Bayar campur tunai plus QRIS bukan gangguan—itu kebiasaan pelanggan. Yang bikin ribet adalah catatan manual, nota dobel, dan tutup shift yang tebak-tebakan. Dengan multi payment kasir di aplikasi kasir Kekasir, satu nota bisa dipecah metode bayarnya, QRIS konfirmasi otomatis, dan laporan per metode langsung siap untuk shift.

Coba alurnya di outlet Anda: coba gratis 14 hari cukup daftar pakai WhatsApp. Butuh demo setup QRIS atau latihan shift? Hubungi WhatsApp CS. Area Batam, Tanjungpinang, atau sekitar Kepri juga bisa tanya bantuan setup lewat saluran yang sama.

Kata kunci artikel

Klik kata kunci untuk mencari artikel terkait.

Artikel terkait