Tips Harga Paket Katering agar Margin Tetap Aman
Usaha katering punya tantangan yang berbeda dibanding warung atau cafe biasa. Kalau warung makan harian kita bisa atur porsi sesuai selera, katering harus konsisten dari porsi pertama sampai ke-50. Masalahnya, banyak pelaku katering yang bingung menentukan harga paket katering. Terlalu murah, margin tipis dan modal habis. Terlalu mahal, pelanggan kabur ke kompetitor lain.
Akar masalahnya hampir selalu sama: bahan baku dihitung asal, kemasang dianggap remeh, dan susut bahan tidak diperhitungkan. Untuk menghindari jebakan ini, mari kita bahas cara menentukan harga katering yang masuk akal tanpa bikin Anda rugi.

Hitung HPP per Porsi dari Ressep yang Pasti
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengetahui berapa biaya bahan (HPP) dari satu porsi katering Anda. Jangan asal tebak "kira-kira satu porsi ayam goreng itu Rp10.000". Anda harus mendata bahan baku per resep dengan detail.
Misalnya untuk menu ayam bumbu kuning:
- Paha ayam 150 gram: Rp8.000
- Bumbu kuning dan rempah: Rp1.500
- Nasi putih 150 gram: Rp2.500
- Minyak goreng dan gas: Rp1.000
- Total biaya bahan: Rp13.000
Angka Rp13.000 ini baru biaya bahan mentah. Anda belum menghitung kemasang (box makan, sendok, plastik), susut bahan (minyak sisa menggoreng, bumbu yang nempel di wajan), dan biaya operasional seperti transport atau bensin antar.
Untuk memudahkan, di aplikasi kasir Kekasir Anda bisa memakai fitur HPP resep. Bahan baku tiap menu bisa diinput sesuai takaran, jadi sistem otomatis menghitung biaya bahan per porsi. Anda tidak perlu bolak-balik itung manual pakai kalkulator atau Excel.
Pelajari cara mengatur stok dan bahan baku di panduan Kekasir: https://kekasir.id/panduan/outlet/inventori-hpp
Tentukan Pengali Harga yang Masuk Akal
Setelah tahu total biaya bahan dan kemasang, berapa harga jual yang pas? Banyak pelaku katering awalnya pakai pengali harga 2x dari HPP. Jadi kalau biaya bahan Rp15.000, dijual Rp30.000.
Namun, di lapangan, pengali 2x sering kali tidak cukup untuk usaha katering. Kenapa? Karena biaya operasional katering lumayan besar. Ada biaya bensin antar, gaji karyawan potong-nasi, dan risiko sisa dapur kalau pesanan mendadak batal. Pengali harga 2.5x hingga 3x dari HPP biasanya lebih aman untuk katering harian rutin.
Logikanya begini:
- Biaya bahan + box: Rp15.000
- Pengali 2.5x: Rp37.500
Dari harga jual Rp37.500, Anda punya celah Rp22.500 per porsi untuk menutup ongkos antar, gaji staf, dan tentu keuntungan bersih. Kalau pesanan katering kantor 50 porsi, omzet satu kali antar Rp1.875.000. Lumayan untuk sehari kerja.

Jangan Lupakan Kemasan dan Cadangan Bahan
Dua hal ini paling sering bikin margin katering bocor. Pertama, kemasang. Box makan katering berbeda dengan bungkus warung biasa. Kalau pelanggan pesan paket lengkap (nasi, lauk, sayur, buah), butuh box besar yang harganya bisa Rp2.000 sampai Rp3.000 per pcs. Tissue, sendok garpu, dan karet pun ikut nambah biaya. Pastikan semua ongkos kemasang ini dimasukkan ke perhitungan HPP.
Kedua, cadangan bahan atau antisipasi susut. Misalnya Anda pesan 50 porsi, masak 50 porsi. Tapi ada 2 porsi nasi kurang matang atau lauk tertumpah saat plating. Kalau tidak ada cadangan, Anda harus beli nasi di luar dan margin langsung amblas. Sediakan selalu cadangan bahan 5-10% dari total pesanan.
Di Kekasir, Anda bisa atur menu sebagai paket combo. Jadi saat ada pesanan katering, kasir tinggal klik menu paket A (isinya nasi + ayam + sayur + air mineral). Sistem otomatis memotong stok bahan baku sesuai resep di masing-masing item. Stok bahan dapur jadi lebih mudah dipantau dan selisih kasir bisa diminimalisir.
Tonton video tutorial cara kelola produk di Kekasir: https://www.youtube.com/watch?v=IuBeR6ola0g
Manfaatkan Etalase Digital untuk Katering Pre-order
Usaha katering biasanya menerima pesanan jadwal (pre-order). Pelanggan WA minta menu Senin-Jumat, lalu Anda kirim foto-foto menu via chat. Repotnya, kalau ada menu yang ganti harga atau habis stok, Anda harus infokan manual ke semua pelanggan.
Daripada kirim foto terus-terusan, Anda bisa pakai katalog online dari Kekasir. Tiap outlet punya link etalase digital sendiri (misal: kekasir.id/nama-katering-anda). Di etalase ini, pelanggan bisa lihat menu, harga, foto, dan langsung pesan. Kalau Anda ubah harga di sistem kasir, katalog online otomatis ikut update.
Untuk usaha katering, fitur pre-order di Kekasir bisa dipakai untuk jadwal pengiriman. Pelanggan pesan lewat katalog, bayar via QRIS auto-confirm, dan pesanan langsung masuk ke sistem Anda tanpa perlu konfirmasi manual "sudah transfer belum?". Settlement QRIS juga standar T+2 hari kerja, jadi arus kas lebih terprediksi.
Pelajari cara setup QRIS di panduan Kekasir: https://kekasir.id/panduan/owner/qris

Evaluasi Margin Lewat Laporan Penjualan Bulanan
Harga paket katering bukan harga mati. Harga bahan naik, ongkos gas naik, tapi banyak pelaku katering takut naikkan harga karena khawatir pelanggan kabur. Solusinya, evaluasi rutin lewat laporan penjualan.
Dengan laporan dari sistem kasir, Anda bisa lihat menu katering mana yang paling laris dan mana yang marginnya tipis. Misalnya, menu paket A laris banget tapi untungnya kecil karena harga daging naik. Anda bisa ganti komposisi: kurangi porsi daging, tambah lauk pelengkap lain yang lebih murah. Atau buat menu paket B dengan harga lebih tinggi tapi porsi lebih besar.
Laporan penjualan juga bantu Anda lihat pola pesanan. Klien perusahaan biasanya pesan rutin awal bulan. Klien acara keluarga pesan weekend. Dari pola ini, Anda bisa siapkan cadangan bahan lebih awal dan tawarkan promo khusus hari sepi.
Bandingkan paket Kekasir yang cocok untuk usaha katering Anda di halaman Harga. Basic Rp60.000/bulan cukup untuk kasir dan stok sederhana. Pro Rp120.000/bulan cocok kalau butuh katalog online, pre-order, dan laporan lebih detail. Mau coba dulu? Coba gratis 14 hari tanpa biaya di muka.
Rincian hak dan kewajiban langganan ada di Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Refund. Butuh bantuan setup? Hubungi CS via WhatsApp.
Kata kunci artikel
Klik kata kunci untuk mencari artikel terkait.